Fakultas Hukum UMK Yudisium 118 Mahasiswa

Kendari-Pos | senin, 1 Agustus 2011,Wisuda Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) direncanakan pada bulan Oktober 2011 mendatang. Berkaitan dengan kegiatan tersebut, akhir Juli lalu tercatatat 118 mahasiswa angkatan 2007 telah berhasil menyelesaikan ujian skripsi. Yudisium itu dilaksanakan akhir pekan lalu (30/7) pada salah satu hotel di Kendari, dengan kesarjaan Prodi Ilmu Hukum fasultas Hukum UMK.
“Pada tahun akademik 2010/2011 kami meyudisium 118 mahasiswa Prodi Hukum Fakultas Hukum. Adapun jumlah alumni sampai dengan saat ini mencapai 638 orang. Kami berharap para alumni tahun ini juga dapat memberikan kejayaan bagi daerah, bangsa dan negara,” kata dekan fakultas hukum UMK, Rasmuddi, SH., MH.
Dekan yang baru dilantik ini kembali mengingatkan, integritas sangat penting bagi alumni hukum UMK, yang kedepannya akan ambil bagian dalam penegakan hukum.
“Jika kita kehilangan harta benda, berarti kita hanya kehilangan barang, tetapi kalau kita sampai kehilangan integritas, sama saja kehilangan diri kita selain itu integritas merupakan keunggulan dari kampus kita,” katanya.
Senada dengan itu Rekto UMK, Dr Rifai Nur MHum dalam sambutanya mengatakan para pendekar hukum yang dilahirkan Fakultas Hukum UMK, diharapkan tidak menambah beban negara. Saat ini masalah hukum di Indonesia mengalami banyak ujian bahkan parahnya para penegak hukum tidak lagi malu mempermainkan hukum dimuka umum.
“Ujian ketika berada dimasyarakat lebih besar lagi, hilangkan cara berpikir untuk mengejar PNS saja, tetapi lebih kepada menciptakan lapangan kerja baru karena sarjana hukum peunya lapangan kerja paling luas,” kata Rifai Nur.
Pada malam yudisium tersebut juga diberikan penghargaan kepada mahasiswa terbaik, dengan empat indikator yaitu IPK tertinggi 3,91 diraih oleh La Saleda SH. (edited by admin umkkendari.wordpress.com)

Faperta UMK Gelar Workshop Prospek Ubi Kayu

KENDARINEWS.COM – Kendari, Sebagai pelengkap mata kuliah, mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta), Universitas Muhammadiyah (UMK) Kendari menggelar workshop prospek agribisnis ubi kayu yang diselenggarakan  tanggal 26 Juli (kemarin-red). Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Universitas Negeri Yogyakarta, Prof Dr Rusgianto MPd.

Dekan Faperta UMK Ir Bambang Indro Yuwono menjelaskan pemilihan tema workshop tentang prospek agribisnis ubi kayu di Sultra terkait dengan produksi ubi kayu di daerah ini yang cukup besar. Namun,  yang dipasarkan antar pulau hanya 400 ton per tahun, itu pun dalam bentuk ubi kayu kering (gaplek).

Padahal, beber Bambang Indro Yuwono, berdasarkan data Statistik produksi ubi kayu Sultra mencapai 225 ribu ton, sehingga kalau dijadikan gaplek mestinya hasilnya 500 ribu ton.  Disisi lain, petani singkong disebut petani miskin, sementara prospeknya cukup besar, karena selain dapat dikonsumsi, ubi kayu dapat diolah menjadi BBM nabati yaitu bio etanol yang saat ini sangat dibutuhkan.

“Berdasarkan penjelasan Prof Dr Rusgianto MPd bahwa pihaknya banyak menerima orderan ubi kayu, sehingga dirinya merasa rugi sekali kalau petani ubi kayu Sultra tidak memanfaatkan potensi yang ada, tentunya berpengaruh pada penghasilan yang memadai,” ungkap Dekan Faperta ini.

Pada workshop tersebut dipaparkan pula tekhnologi koalisi cassava (menyambung) yang dapat meningkatkan produksi per pohon, hingga mencapai 10 kg, dibanding produksi ubi kayu di Sultra yang 1 pohonnya hanya 5-6 kg.

“Tekhnologi menyambung sebagian sudah dilakukan petani, tetapi dengan metode tempel samping, beda halnya dengan tekhnologi yang dipaparkan Prof Dr Rusgianto MPd dengan tempel pucuk berusia muda,” jelasnya. (fas/KP)