Din: Hasil Hisab Muhammadiyah Jangan Dipertentangkan

REPUBLIKA.CO.ID,JAMBI–Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengimbau umat Islam agar tidak mempertentangkan hasil hisab yang sudah menetapkan awal puasa 1 Agustus 2011 dan Hari Raya Idul Fitri 30 Agustus 2011. “Bagi yang setuju ayo laksanakan. Bagi yang tidak, jangan dipertentangkan,” kata Din usai peresmian acara Malam Ta’aruf, Rapimwil PW Muhammadiyah Provinsi Jambi, pertemuan regional PW Muhammdiyah se-Sumatera dan seminar nasional di Kota Jambi, Rabu (20/7) malam.

Ia juga mengajak warga Muhammadiyah Jambi untuk sama-sama melaksanakan ibadah puasa di waktu yang telah ditetapkan organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan tersebut. Din menegaskan bahwa PP Muhammadiyah telah menetapkan kapan dimulainya ibadah puasa bagi warganya. Bahkan untuk perayaan Idul Fitri pun sudah disampaikan kepada publik kapan dirayakan. “Pelaksanaan ibadah puasa pada tahun 2011 dipastikan hanya 29 hari,” ujarnya.

Menurut dia, penetapan itu berdasarkan hitungan hasil hisab hakiki Ramadhan, Syawal dan Dzulhijah oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang kemudian menetapkan 1 Ramadhan 1432 Hijriyah jatuh pada Senin, 1 Agustus 2011.

Sedangkan 1 Syawal 1432 Hijriyah akan jatuh pada Selasa, 30 Agustus 2011. Kemudian 1 Dzulhijah 1432 H jatuh pada Jumat, 28 Oktober 2011. Dari hitungan tersebut, ibadah puasa yang akan laksanakan warga Muhammadiyah hanya 29 hari. “Ini mudah untuk diketahui. Dari ilmu astronomi atau ilmu falag,” katanya.

Sebelumnya, Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas, kepada wartawan di Yogyakarta, juga mengatakan perihal yang sama. Ia menerangkan bahwa hari Arafah 9 Dzulhijah jatuh Sabtu, 5 November 2011 dan Idul Adha 10 Dzulhijah jatuh Ahad, 6 November 2011. Semuanya telah dihitung oleh tim ahli hisab Muhammadiyah.

Ia juga mengatakan, mengatakan Ijtimak menjelang Ramadhan 1432 H terjadi pada hari Ahad, 31 Juli 2011 pukul 01:41:00 WIB. Tinggi hilal pada saat matahari terbenam di Yogyakarta minus 7 derajat. Dengan demikian berarti hilal sudah wujud dan di seluruh Indonesia pada saat matahari terbenam hilal sudah di atas ufuk.

“Saya kira untuk awal puasa atau 1 Ramadhan sampai saat ini tidak ada perbedaan, yakni Senin, 1 Agustus. Sedangkan hitungan 1 Syawal dan 1 Dzulhijah, Muhammadiyah sudah menetapkan semuanya,” katanya.

( Sumber: http://www.republika.co.id )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: